Panduan Memilih Part Quadcopter/Drone

Drone sekarang sudah menjadi hal yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Sudah banyak produsen yang menjual produknya di sini. Jenisnya pun bermacam-macam, dari mulai yang berukuran compact hingga yang kelas profesional.

Walaupun sudah banyak yang menjual drone RTF (Ready to Fly), tapi tidak sedikit pula yang tertarik untuk membangun drone sendiri dari awal. Salah satunya adalah admin sendiri yang membangun aerial photography quadcopter.

Nah, berikut ini akan admin berikan tips dalam memilih part yang sesuai dengan kebutuhan kalian beserta cara perakitannya.

  • Menentukan kebutuhan

Tentukan terlebih dahulu drone yang akan kalian bangun digunakan dalam bidang apa. Karena ada racing drone, aerial photography, dll.

  • Memilih part yang akan digunakan
  1. Frame
  2. Flight Controller
  3. Power Distribution Board
  4. Electronic Speed Controller (ESC)
  5. Brushless Motor
  6. Propeller
  7. Transmitter dan Receiver
  8. Baterai
  9. Printilan tambahan

FRAME

Umumnya untuk jenis aerial photography, frame yang digunakan adalah kelas 450mm atau lebih sering disebut F450. Namun, karena admin menginginkan untuk merakit drone yang tampak seperti drone pabrikan (OEM Look), maka frame yang admin pilih yaitu milik DJI Phantom 2.

FLIGHT CONTROLLER

Ini merupakan otak dari sebuah quadcopter. Berbeda dengan aeromodelling yang hanya membutuhkan receiver dan servo untuk kemudinya, quadcopter memerlukan flight controller untuk mengatur putaran keempat motor listriknya untuk bisa terbang sesuai kendali kita.

Flight controller yang dipilih juga harus sesuai dengan kebutuhan kita. Drone balap jangan gunakan FC DJI Naza, karena tidak akan sesuai dengan kebutuhannya. Namun, karena kebutuhan admin adalah aerial photography, maka admin menggunakan FC DJI Naza-M Lite yang cukup mudah dalam pengaturannya. Namun, untuk pengguna windows 10 perlu sedikit trik untuk menginstall driver DJI ini. Bisa buka artikel Cara Install Driver DJI NAZA di Windows 10.

POWER DISTRIBUTION BOARD

Sesuai namanya, part ini berfungsi untuk mendistribusikan arus listrik dari baterai ke part lain. Untuk bagian ini, pastikan untuk memilih PDB yang memiliki output 5 volt dan juga 12 volt. Namun, jika kita menggunakan Naza, cukup cari yang hanya mendistribusikan arus listrik ke power supply naza, esc, dan part lain saja yang harganya relatif lebih murah.

ELECTRONIC SPEED CONTROLLER DAN BRUSHLESS MOTOR

Dua hal ini tidak dapat dipisahkan dalam pemilihannya. Karena brushless motor harus menggunakan ESC agar bisa berputar. Untuk drone yang admin bangun, menggunakan motor ukuran 2216 dengan putaran 920kv. Sedangkan untuk ESC-nya menggunakan tipe OPTO 20 ampere.

PROPELLER

Propeller atau balig baling ini wajib hukumnya bagi quadcopter. Untuk spesifikasi frame yang admin pilih yaitu DJI Phantom 2, admin menggunakan propeller ukuran 9450. Sedangkan jika kalian menggunakan kelas F450, ada baiknya gunakan propeller yang sedikit lebih besar yaitu ukuran 1045.

TRANSMITTER DAN RECEIVER

Untuk part ini biasanya sudah tersedia dalam satu paket penjualan. Jika akan digunakan untuk aerial photography, pastikan memilih transmitter dan receiver yang memiliki 6-channel atau lebih. Pilihan paling ekonomis jatuh pada FlySky i6. Namun, dalam hal ini admin memilih untuk menggunakan RadioLink AT9 yang memiliki 9-channel.

BATERAI

Pemilihan baterai admin letakkan di bagian akhir karena harus menyesuaikan tempat yang tersedia pada drone dan juga mempertimbangkan beratnya. Untuk baterai, admin memilih merek LPBattery atau LPB dengan kapasitas 5200mAH 3S atau 3 cell dengan jenis Lithium Polymer (Li-Po).

Ada beberapa merk lain yang bisa digunakan dan harganya juga cukup terjangkau seperti Tiger. Namun pada kasus admin ini, ukuran baterainya terlalu besar sehingga tidak bisa masuk ke frame DJI phantom 2.

PRINTILAN TAMBAHAN

Printilan tambahan yang wajib ada yaitu, kabel konektor servo, perekat-perekat, dan juga cable ties untuk merapikan kabel. Sedangkan yang diperlukan untuk membuat aerial photography drone yaitu, action camera, gimbal 2d atau 3d lebih baik, dan juga video transmitter dan receiver 5.8 GHz.

Sekian saja pos mengenai part drone yang admin pilih untuk merakit sebuah aerial photography quadcopter. Semoga bermanfaat bagi para penyuka pesawat tanpa awak ini.

Arya

Arya Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *